Sebuah Puisi Kehidupan
Akankah aku selalu
seperti ini?
Setiapnya aku terhina,
aku unjuk rasa
Aku katakan pada Tuhan,
“Sekejam inikah
takdirMu?
Sepedih inikah
keadilanMu?”
“O, Tuhan..”
“Hendaklah kau
bahagiakan hatiku.
kau tumbuhkan
bunga-bunga kehidupan disekitarku..
tidak seperti.ini...tidak
dengan pukulan-pukulan ini.”
Sampai kapan?
Hingga nafas tersengal
Saat ajal bukan ratapan
lagi
Akankah aku sadar dan
bergumam,
“Laa-ilaaha-illa-Allah..
Ampuni kesombonganku..
Ampuni kelancanganku
seolah mengatur kuasaMu..”
“Aku kembali pada
perintahMu, Tuhan..
Aku pasrah, semua adalah
kehendakMu..
Aku yakin, semua adalah
yang terbaik..
Terima aku dalam
pangkuanMu..”
Akankah? Akankah?
Akankah sedramatis itu..
Tuhan, tegur aku sejak
sajak ini selesai kutulis..
Kumohon, jangan nanti..

Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan indah..