Langsung ke konten utama

Postingan

Riungan Terbaru

SAJAK-SAJAK AYI YUSRIL [KAMIS PUITIS (2)]

Coelho mengajarkanku untuk tunduk dan hormat kepada hati dan jiwa, pun percaya kepada alam dan cinta. Maka, di sinilah diriku, Anindya. Mempersembahkanku untukmu, karenanya tak hentinya aku merindu. /1/  Ketika Kau Mengetuk Pintu Kata Aku sudah bilang, kau firdaus. Kau Adanu Suwarga, sementara aku adalah ahengkara yang haus. Aku adam,  kau wujud ahung tak terbendung. Maka ketika kataku kering, kau mengetuk-ngetuk dadaku dengan lentik ayunan jarimu yang hening. Kau jantung kata, aku hamba anitya; meski hancur lebur diriku kelak, kau akan tetap semarak. /2/ Cawan Seorang Asmarawan Untuk tahu sedalam apa kau menghunjam hatiku, tatap bintang itu. Jatuh ia ke mataku hingga palung kalbu. Pejamkan saja mata indahmu itu, bayangkan saja kau sedang ngopi di Mauna Kea, atau Death Valley, atau Alaska. Biar aku menyentuhmu lewat malam yang nalam, dan sungguh akan kubangun rasi puisi di langit matamu yang pejam.  Kau membaca puisiku dan selalu menerka-nerka apa maksudnya, kau tenggelam...
Postingan terbaru

Santri Hebat ya Santri Literat

Dalam kehidupan di zaman modern ini, dunia banyak diisi oleh generasi milenial—yang lahir antara tahun 1980-an dan 2000-an , perkembangan teknologi informasi sudah layaknya air yang terus mengalir dari hulu hingga hilir dan tidak ada habisnya, teknologi informasi semakin tumbuh subur. Akan tetapi air yang mengalir pun tidak semuanya jernih, banyak pula air yang mengalir namun kotor dan menjijikkan. Demikian juga teknologi informasi, tidak semuanya mengandung kejernihan isi, namun banyak pula yang tidak memiliki esensi bahkan buruk dan menghancurkan. Oleh karena itu, untuk mengimbangi perkembangan teknologi informasi saat ini memang sangat dibutuhkan semacam penyaring (filter) untuk memperoleh dan memanfaatkan teknologi informasi dalam hal-hal yang bermanfaatnya saja bagi kehidupan dan segala aspeknya Hemat saya, hal yang paling utama untuk dilakukan dalam upaya penyaringan perkembangan dunia informasi tersebut adalah dengan mampu dan tanggap dalam mengolah informasi dan pengetahuan unt...

MENGKAJI AL-QUR`AN DENGAN BERINTERAKSI DENGANNYA

  Al-Qur`an adalah sumber utama bagi manusia dalam mengarungi kehidupan. Khususnya bagi umat Islam, Al-Qur`an hadir tidak hanya sebagai pedoman keilmuan saja, ia juga sebagai teman yang selalu ada di setiap dinamika kehidupan kita. Oleh karena itu, betapa pentingnya Al-Qur`an bagi kita, umat muslim, ia adalah mukjizat termulia bagi Nabi Muhammad SAW dan anugerah terindah bagi kita semua. Sebagai sumber utama, Al-Qur`an tentunya memuat banyak sekali pedoman dan pembelajaran bagi umat manusia. Mulai dari Akidah, Ibadah, hingga Akhlak dan Kisah. Namun karena sifat “keistimewaan” yang dimiliki Al-Qur`an, kita sebagai manusia tentunya memerlukan pedoman untuk mengkajinya. Para ulama—baik salaf maupun kontemporer—sudah memberikan rancangan dan konsep bagaimana cara kita mengkaji dan memahami Al-Qur`an, yakni melalui ilmu Ulum Al-Qur`an. Salah-satu konsep Ulum Al-Qur`an yang dilahirkan dari tangan ulama kontemporer adalah kitab yang berjudul “Kayfa Nata’amal Ma’a Al-Qur`an Al-Adzhim ”...

Mengadopsi Gaya Radikalisme sebagai Kontranarasi Radikalisme

Jujur saja saya heran, mengapa para penceramah yang provokatif masih banyak digandrungi masyarakat, bahkan ketenarannya cenderung meningkat. Mereka seolah sudah mendapat panggung mewah di hati masyarakat, mulai dari perkotaan hingga pedesaan, pegawai kantoran hingga petani dan kuli bangunan. Hal ini tentu menjadi problematika bagi siapa saja yang menghendaki keamanan dan kenyamanan dalam beragama dan bernegara. Jika dilihat dari isi ceramahnya, narasi-narasi kaum radikalis dan ekstremis sebenarnya cenderung dangkal dan mudah ditebak. Obrolan mereka dalam seminar, mimbar dakwah, hingga media sosial tak pernah jauh dari narasi bahwa Islam “sedang” diserang, dimonopoli, dihinakan, dan sejenisnya. Pada akhirnya mereka bermuara pada ultimatum bahwa umat Islam wajib menghabisi musuh-musuh Allah di muka bumi, pemerintah yang berdaulat adalah musuh, dan “khilafah” adalah solusi. Boro-boro membahas mengenai isu lingkungan dan teknologi, mereka cenderung hanya sibuk mengurusi narasi Islam dan ...

Muktamar NU dan Munculnya Pemain Rebana Profesional dari Istana Negara

  Sebagaimana acara-acara lainnya, Muktamar NU ke-34 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussa’adah (Lampung) juga diawali dengan seremoni pembukaan. Acara tersebut berlangsung selama kurang lebih dua jam, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB (21/12/21). Tentu saja saya menyaksikannya secara virtual, kebetulan seremoni ini selain disiarkan di kanal-kanal youtube NU, juga disiarkan secara “eksekutif” di kanal youtube Sekretariat Negara. Wajar saja, toh NU memang organisasi keislaman terbesar di Indonesia. Sependek pengamatan saya, seremoni tersebut berjalan cukup khidmat. Mulai dari pembacaan ayat Al-Qur`an hingga penutup dan doa. Lalu apa menariknya? Apa istimewanya? Tunggu dulu, sobat, sebat dulu dan seduh dulu kopimu. Hal yang menarik dari seremoni ini tentunya bukan sambutan panitia pelaksana yang di acara apapun cenderung monoton dan membosankan, namun hal menarik itu ada pada acara simbolis pembukaan Muktamar NU ke-34 tersebut. Setelah Presiden Jokowi selesai berpidato yang ...

PUISI-PUISI HUJAN - AYI YUSRIL

Berkunjung ke Matamu   Mengunjungi matamu kala itu; saat hujan berteduh di bawah payung langit, adalah alasan mengapa hingga saat ini aku suka ulasan tentang kisah persetubuhan mata kita, pada sepetak rasa yang sama.   [2019]  

SAJAK-SAJAK AYI YUSRIL [KAMIS PUITIS (1)]

  /1/ Abadi Pada sebuah senja, aku menemukanmu di saku celana. Tubuhmu kusam dan tetap saja cantik, kau tersenyum dan aku mengaismu ke telapak tanganku yang tengik. Hari itu hujan sedang ramai mengetuk pintu bumi, aku hampir mati karena gejolak di bibir dan lidah yang tak kunjung henti. Dingin membawaku kepada semangkuk mie instan rasa rendang, selepas hangat itu lah malaikat maut berbisik karena tak jua disediakan rokok sebatang. Dan aku menemukanmu, kau bak pahlawan yang tak pernah kesiangan. Kau membawakan Tuhan ke pangkuan. Aku lenyap, kau zhahir dan bathin yang senyap, sementara hidup hanya milik zat yang tak butuh pengakuan.