Langsung ke konten utama

TEKNIS, TRIK, DAN TIPS M2IQ (MKTQ) PADA PERGELARAN MTQ

 Apa sih M2IQ?

M2IQ atau Musabaqah Menulis Makalah Ilmiah Al-Qur’an merupakan salah satu cabang dalam kontestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). M2IQ ini adalah salah satu cabang yang paling kompleks dan peminatnya tidak cukup banyak. Khususnya di daerah-daerah yang “kecil”. Perlombaan ini sangatlah berbeda dengan cabang atau mata lomba lainnya karna waktu yang digunakan lumayan cukup lama serta tata cara mengikuti perlombaan sangatlah variatif. Perlombaan ini benar-benar menantang, selain para peserta harus menuangkan ide-idenya dalam tulisan serta mencari sebuah kalimat pendukung dari Al-Qur’an.

Oh, ya. M2IQ juga biasa dikenal dengan istilah lain, yakni MMQ (Musabaqah Menulis Al-Quran), M2KQ (Musabaqah Menulis Kandungan Al-Qur`an), MKTQ (Musabaqah Karya Tulis Al-Qur`an), atau sebagaimana update terbaru disebut MKTIQ (Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur`an. Meskipun istilahnya berubah-ubah, namun pada substansi teknis perlombaannya tidak banyak mengalami perubahan. 

Adapun di bawah ini, saya akan membagikan bagaimana sih sebetulnya perlombaan ini dilaksanakan. Oh, tentunya disini juga kalian dapat mengetahui reward apa saja sih yang diberikan kepada peserta dan juara dalam perlombaan ini? 

Nah, sebagai disclaimer saya hendak bilang bahwa semua informasi disini merupakan hasil pengalaman pribadi. Bisa jadi benar, bisa jadi tidak sesuai di kemudian hari. Kebetulan saya mengalami sendiri perlombaan ini pada tahun 2020 lalu. Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk menjuarainya mulai dari Tk. Kabupaten (Kuningan), lalu Tk. Provinsi (Jabar), dan Tk. Nasional di Sumatera Barat.



TEKNIS PERLOMBAAN

  •  Lomba ini dilakukan secara dine in, alias dikerjakan di tempat. Dan ini lah yang menjadi hal unik dalam perlombaan.
  • Lomba ini berlangsung 3 tahap, yakni: penyisihan, semifinal, dan final.
  • Penyisihan adalah tahapan lomba pertama. Peserta diberikan waktu 7-8 jam untuk menuliskan kartul nya. Di tempat.
  • Semifinal. Peserta diberikan waktu 7 jam untuk menuliskan kartul nya dengan tema dan judul yang berbeda dari kartulnya yang pertama (saat penyisihan).
  • Final. Peserta yang masuk final (biasanya 3-6 peserta) mempresentasikan kartulnya yang kedua di hadapan dewan hakim.
  • Dewan hakim di tingkat Kabupaten/Kota biasanya hanya berjumlah 3 orang. sedangkan di Provinsi biasanya berjumlah 6 orang. sementara di Nasional berjumlah 9 orang.
  • Nah, karena lomba ini dine in.  Maka peserta harus menyiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari.
  • Biasanya teknis lomba sudah disebar oleh pihak LPTQ 1 atau 2 bulan sebelum perlombaan dilaksanakan. Artinya, peserta punya waktu 1 atau 2 bulan untuk melakukan 2 penelitian Al-Qur`an dengan tema yang (biasanya) sudah ditentukan panelis. Biasanya ada 3 tema pilihan, peserta cukup memilih 2 tema yang berbeda untuk tulisannya.
  • Tema nya pasti berkutat pada isu-isu terkini yang dihadapi bangsa Indonesia.
  • Nah, ketika sudah siap 2 tulisan. Makan siapkan juga dua PPT sebagaimana tulisannya. Ini ancang2 saja barangkali “kita” mampu mencapai babak final. Jangan kaya saya, dulu belum tau apa2 tentang teknisnya. Maka ya belum mempersiapkan PPT satu pun, akhirnya keteteran ketika mengetahui informasi masuk final.
  • Selanjutnya masalah pas penulisan di tempat ya. Kita kan udah punya dua kartul nih. Tentunya referensinya juga sudah sedia ya. Entah buku, jurnal, koran, koran onlen (ss-an), dsb. Siapkan semuanya, jangan sampe ada yang luput.
  •  Bawa semua referensinya. Pisah2kan, mana referensi yg dipakai untuk kartul 1 dan mana untuk kartul 2. Telitilah. Highlight semua kalimat/paragraf yang hendak dikutip dari referensi tersebut, pake stabilo atau sejenisnya. Kasih juga pembatas halaman yang hendak dikutip, biar nnti lebih cepat mencarinya.
  • Pahami betul kartul nya. Setiap paragraf nya. Jangan dihafal, cukup dipahami. Biar kita tahu ketika sedang menulis, mau menulis apa, referensinya ada di mana, buka referensi, kutip, tulis.
  • Manfaatkan waktu 8 jam tersebut. Kalo sedang stuck thinking, istirahat dulu.  Tenangkan sambil berfikir. Minum, ngopi, ngemil, atau apapun itu. Karena saat perlombaan peserta dibebaskan menentukan kapan waktu istirahatnya, kapan waktu minum dan makan, dan kapan waktu ke wc misalnya. Bebas.
  • Mengapa tulisan kita yg sudah dibuat tidak boleh dihafal? Karena ini akan menyulitkan kita menakala mengalami stuck saat menulis di tempat tadi.
  • Oh, iya. Segala macam referensi secara cetak boleh dibawa ke tempat lomba. Yang ga boleh itu hp.

PERJALANAN PELROMBAAN

  •  Tingkat Kecamatan

·    Biasanya gak ada seleksi sih, langsung tunjuk aja. Kalo kita mau ikut ya tinggal menghadap ke kecamatan, nyari tau info, bilang aja kalo ada lowongan cabang m2iq/mktq/mmq kita siap mewakili kecamatan “tersebut” buat berlomba di tingkat kabupaten.

·       Kalo kecamatannya ada seleksi atau mtq tk. Kecamatan cabang m2iq. Yasudah kita tinggal hubungi pihak desa bahwa kita siap menjadi peserta cabang m2iq mewakili desa tresebut dalam pergelaran mtq tk. Kecamatan.

  •    Tingkat Kabupaten/Kota

·       Ya kalo kita sudah juara atau menjadi perwakilan kecamatan, tinggal selanjutnya ikut tk. Kabupaten.

·    Ada kabupaten/kota yang masih menggunakan mesin tik (penjagaan orisinalitas kartul), ada juga yg sudah pakai laptop/komputer.

·   Teknis laptopnya bisa laptop pribadi dg file yg sudah di block up, atau sudah disediakan oleh panitia.

  •  Tingkat Provinsi

·       Lolos Kabupaten, siapkan untuk tingkat Provinsi. Perbaiki tulisan yg sudah ada jika tema di provinsi sama dg tema di kabupaten. Perhalus. Percantik.

·       Teknisnya sama.

·       Jaga mental.

  •  Tingkat Nasional

·       Jaga mental.

·       Lolos provinsi, siapkan untuk tk. Nasiona. Biasanya tema yg disediakan ketika tk. Provinsi adalah tema yg sama yg disediakan pihak nasional. Artinya, perbaiki lagi tulisannya. Tambahkan referensi2 yang internasional, dan tambahkan atau perjelas tabel/grafik.

·       Teknisnya sama.

 

REWARD PERLOMBAAN

  • Tk. Kabupaten

·       Uang jajan dari Kecamatan : 1-3jt

·       Hadiah utama juara 1: berkisar dari 1-5jt (juara 2-3 menyesuaikan)

·       Bonus dari Kecamatan : 500rb-2jt

·       Bonus dari Desa : 100rb-1jt

·       Bonus dari pihak2 lainnya : segitu lah

  • Tk. Provinsi

·       Uang Jajan dari Kabupaten : 2-5jt

·       Hadiah Utama juara 1 : 10-15jt (juara 2-3 menyesuaikan)

·       Bonus dari Kabupaten/kota : 5-40jt

·       Bonus dari Kecamatan : sama

·       Bonus dari Desa : sama

·       Bonus dari pihak2 lainnya : 1-10jt

·       Berkesempatan mendapat beasiswa, karena punya sertifikat setingkat provinsi pada acara bergengsi.

  • Tk. Nasional

·       Uang jajan dari Bupati/walikota : 1-5jt

·       Uang jajan dari Provinsi : 3-10jt

·       Hadiah Utama juara 1 : 10-15jt (juara 2-3 menyesuaikan)

·       Bonus dari Gubernur : 40-150jt

·       Bonus dari Bupati : 5-10jt

·       Bonus dari Camat : sama

·       Bonus dari Desa : sama

·       Bonus dari pihak2 lainnya : sama

·    Berkesempatan mendapat beasiswa, karena punya sertifikat setingkat provinsi pada acara bergengsi.

 

TERTARIK? YUK NULIS. KALAH ATAU MENANG, TULISAN TETAP JADI KARYA. BISA JADI ARTIKEL JURNAL, BISA JADI BUKU, BISA DIREDUKSI JADI ESAI, DAN MASIH BANYAK LAGI. Skuyyy?!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akankah?

Sebuah Puisi Kehidupan     Akankah aku selalu seperti ini? Setiapnya aku terhina, aku unjuk rasa Aku katakan pada Tuhan, “Sekejam inikah takdirMu? Sepedih inikah keadilanMu?” “O, Tuhan..” “Hendaklah kau bahagiakan hatiku. kau tumbuhkan bunga-bunga kehidupan disekitarku.. tidak seperti.ini...tidak dengan pukulan-pukulan ini.” Sampai kapan? Hingga nafas tersengal Saat ajal bukan ratapan lagi Akankah aku sadar dan bergumam, “Laa-ilaaha-illa-Allah.. Ampuni kesombonganku.. Ampuni kelancanganku seolah mengatur kuasaMu..” “Aku kembali pada perintahMu, Tuhan.. Aku pasrah, semua adalah kehendakMu.. Aku yakin, semua adalah yang terbaik.. Terima aku dalam pangkuanMu..” Akankah? Akankah? Akankah sedramatis itu.. Tuhan, tegur aku sejak sajak ini selesai kutulis.. Kumohon, jangan nanti..  

Dan Hilang..

Sebuah puisi cinta Seperti petuah orang dulu Mencintai memang tak selamanya harus memiliki Memang.. Cinta akan tetap suci meski tak dimiliki Cinta akan tetap bergulir meski air sudah berhenti mengalir Cinta pun akan tetap masyuk meski mata sudah mulai mengantuk Tetapi sesak takkan pernah terelakkan Ketika mata dipaksa menyaksikan Sosok yang dicinta syahdu dalam kebahagiaan Bersama dunianya, lalu berpelukan Mencintai dalam kegonjang-ganjingan Namun apa daya Tak banyak yang dapat dilakukan Selain menggenggam erat rasa yang sudah melahirkan kenangan Tetapi tidak untuk setiap saat dikhayalkan Biarkan ia gugur dengan sendirinya Menyelam, lalu tenggelam ditelan keremangan Dan hilang..