-Pelangi, Puisi, dan Musik-
Oleh : Ayi Yusri Ahmad Tirmidzi
.
Sebuah kemuliaan
Saat mata ku memandang hijaunya musik
Renyah bukan main
.
Enyah lah, Wahai Pelangi!
Keluar dari bumi manusia, lalu merasuk dalam-dalam
Bila perlu tusuklah tubuh musik, bersatulah!
Romantisnya Qais untuk Laila hendak hilang
Dan kau, Musik..
Lahir sebagai raja cinta yang baru.
.
Jika mayapada esok tak lagi hijau karena tangan berulah
Maka kau, Musik..
Hingga gugur bumi ini, tangan-tangan takkan melepas mu
Kau abadi dalam seni para pemusik
.
Bubar lah, Wahai Puisi!
Mari berlari..
Sang pujangga telah datang
Semua tahu peluhmu bak permata berjatuhan..
Kala siang akan datang, berkilap lah nan ayu.
.
Imajiner dalam kalbu, penyair mu akan tumbang
Terkubur dalam mayor
Menyusun setiap rotasi
.
Maka kau, Musik.
Diciptakan saat semua terbunuh
Inilah kau, Musik..
Darahmu adalah darah seni murni
Untuk puisi, untuk pelangi..
Kau, Musik..
Satu tubuh bersama.
.
(Kota Kuningan, 29 April 2017)
Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan indah..