"Tangisan Si Pembohong"
Hari ini aku menangis tersedu
Mungkin esok aku akan menjerit mengaduh
Memohon maghfiroh Dia sang Maha Rindu
Atau mungkin setelah ini Dia memanggil ruhku
Dan tak Dia berikan sedetik pun waktu bagiku berseru, "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasulullaah."
Mungkin esok aku akan menjerit mengaduh
Memohon maghfiroh Dia sang Maha Rindu
Atau mungkin setelah ini Dia memanggil ruhku
Dan tak Dia berikan sedetik pun waktu bagiku berseru, "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasulullaah."
Aku tak faham mengapa setiap aku bermunajat
Setiap aku bertunduk memohonkan hajat
Ada segelintir air keluar dari pojokan mata
Awalnya sebutir, kemudia semakin aku memekikkan Asma Ghaffar-Mu..
Air itu mengalir semakin nyata.
Setiap aku bertunduk memohonkan hajat
Ada segelintir air keluar dari pojokan mata
Awalnya sebutir, kemudia semakin aku memekikkan Asma Ghaffar-Mu..
Air itu mengalir semakin nyata.
Tuhan, inikah pertanda kau lunakkan hatiku?
Benarkah aku adalah gumpal darah yang engkau cahayai?
Sungguh, seringkali aku tak percaya diri..
Apakah tangisan ini murni takut karena-Mu?
Iyakah jeritan hati ini benar-benar atas nama-Mu?
Benarkah aku adalah gumpal darah yang engkau cahayai?
Sungguh, seringkali aku tak percaya diri..
Apakah tangisan ini murni takut karena-Mu?
Iyakah jeritan hati ini benar-benar atas nama-Mu?
Semakin aku seperti ini, semakin aku takut..
Engkau adalah haq yang maha tahu..
Engkau yang menyaksikan aku adalah manusia pembohong!
Jauh dari dekat-Mu.
Engkau adalah haq yang maha tahu..
Engkau yang menyaksikan aku adalah manusia pembohong!
Jauh dari dekat-Mu.
Dan kini, aku hendak menggapai-Mu, Tuhan..
Aku diriku adalah hamba-Mu..
Aku diriku adalah hamba-Mu..
Cirebon, 30 Juli 2017.
@PondokKebonJambu
Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan indah..