Sebuah Puisi Kehidupan
Sudah lama tak didengar oleh lahirku
Gemericik hujan yang Tuhan kirim ke bumi
Bumi indah disini kering
Daun-daun nan hijau menguning
Hingga banyak aku dapati mukanya yang menganga
Memohon kucuran air pada Sang Kuasa
Gemericik hujan yang Tuhan kirim ke bumi
Bumi indah disini kering
Daun-daun nan hijau menguning
Hingga banyak aku dapati mukanya yang menganga
Memohon kucuran air pada Sang Kuasa
Biasanya aku duduk di tepian senja
Ketika kupandang..bumi ini menjelma surga..
Nyiur-nyiur bersorak bahagia diterpa
Tubuh-tubuh mereka bergoyang bak penari India
Sungguh indah rasanya aku bernafas ria
Bersama biusan aroma Arabica nan membahana
Ketika kupandang..bumi ini menjelma surga..
Nyiur-nyiur bersorak bahagia diterpa
Tubuh-tubuh mereka bergoyang bak penari India
Sungguh indah rasanya aku bernafas ria
Bersama biusan aroma Arabica nan membahana
Namun, kini sajak itu hanya khayalan belaka
Mata lahirku tak menemukan itu semua
Dalam pengembaraan ini, semuanya berbau rasa..
Dalam pengasingam ini, semuanya beraroma hina dina..
Menjelma sosok-sosok cinta yang kerap tak terduga
Alam batinku diolah menjadi bagian dunia..
Mata lahirku tak menemukan itu semua
Dalam pengembaraan ini, semuanya berbau rasa..
Dalam pengasingam ini, semuanya beraroma hina dina..
Menjelma sosok-sosok cinta yang kerap tak terduga
Alam batinku diolah menjadi bagian dunia..
Maka, kelak saat aku telah memiliki dunia yang fana
Aku akan bosan dengan segera.. Dunia mendekati jiwa
Aku pergi mencari hakikat semesta
Aku menjauh menggali makrifat cinta..
Aku akan bosan dengan segera.. Dunia mendekati jiwa
Aku pergi mencari hakikat semesta
Aku menjauh menggali makrifat cinta..
Cirebon, 21 Agustus 2017.

Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan indah..