Langsung ke konten utama

Fenomena Bahasa Alay Remaja

Swallow Biru Holmes
Kata alay tidak asing di telingan masyarakat Indonesia, khususnya di era yang modern ini, seakan menjadi hal yang lumrah dan wajar-wajar saja, bahkan seperti sudah menjadi trend masa kini. Bahasa yang terkenal di kalangan pelajar dan mahasiswa ini sebenarnya menjadi ancaman bagi kehidupan generasi muda, karena dengan adanya bahasa ini membuat para remaja enggan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Menurut Wikipedia, alay adalah sebuah istilah yang merujuk pada sebuah fenomena perilaku remaja di Indonesia. Alay merupakan singkatan dari “anak layangan” atau “anak lebay”. Istilah ini merupakan stereotipe yang menggambarkan gaya hidup norak atau kampungan. Mungkin singkatnya seperti ini: “Alay = anak layangan = kulitnya hitam = rambutnya merah karena kepanasan. Bau matahari = orang kampung. Jadi, alay = orang kampung.”
Di era globalisasi ini bahasa Indonesia yang baik dan benar semakin jarang dipakai terutama dikalangan remaja, seiring perkembangan zaman munculah modifikasi gaya bahasa menjadi bahasa gaul. Hal ini dipengaruhi juga oleh semakin berkembangnya teknologi, terutama berkembangnya situs jejaring sosial, seperti facebook, twitter, dan instagram. Pada tahun 2008, kemunculan bahsa alay dapat dikatakan fenomenal, karena cukup menyita perhatian. pada saat kemunculannya, saat itu saya masih imut-imutnya mengenakan seragam putih-merah, begitu ingin tertawa jika mengingat masa-masa bahasa alay yang mulai merasuki keseharian saya. Ini membuktikan bahwa anak seusia saya yang masih sering nangis saja sudah disita perhatiannya oleh fenomena bahasa alay.
Fenomena ini sangat ironis, mengingat generasi muda adalah penerus bangsa. Seyogianya mahasiswa lebih berperan penting menggeser adanya bahasa alay yang kini merusak tatanan dan eksistensi bahasa Indonesia.
Penggunaan bahasa alay dapat mempersulit penggunanya untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Padahal, di sekolah atau tempat kerja, kita diharuskan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. terlebih bagi para pelajar yang sedang berjuang untuk masa depannya dan masa depan bangsanya. dengan dibiasakannya seseorang menggunakan bahasa alay, maka dapat menyulitkan diri sendiri, misalnya dalam membuat karya ilmiah, seseorang akan kesulitan menulis karena telah terbiasa menggunakan bahasa alay.
Penggunaan bahasa alay juga dapat mengganggu siapa pun yang membaca atau mendengar kata-kata yang dimaksudkan, karena tidak semua orang bisa mengartikan maksud dari kata-kata alay tersebut. Juga akan mengundang rasa risih pada telinga pendengar yang memang terkesannya terlalu hiperbol atau dilebih-lebihkan alias lebay.
Akan tetapi, dari sekian banyaknya dampak negatif penggunaan bahasa alay, menurut saya ada sisi positifnya. Bagi saya, dengan adanya bahasa alay, membuktikan bahwa bahasa Indonesia bukanlah sebuah sistem yang statis yang tidak dapat disesuaikan dengan kondisi dan zaman yang sedang terjadi. Juga dengan munculnya bahasa alay, para remaja menjadi pribadi yang kreatif dengan bahasa-bahasanya, jokes-jokes yang sering membuat seseorang tertawa renyah semakin banyak terlahir dari bahasa alay tersebut. Mungkin, seharusnya kita tempatkan sesuatu sesuai kadarnya saja. Tidak mesti remaja dilarang menggunakan bahasa alay, dan dipaksa berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baku, tapi dengan menempatkan bahasa sesuai waktu dan tempatnya maka saya rasa semuanya akan baik-baik saja. Karena sampai kapanpun bahasa bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia, dan bahasa alay adalah bagian dari ciri khas bangsa Indonesia yang kreatif dan inovatif.
Terimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIS, TRIK, DAN TIPS M2IQ (MKTQ) PADA PERGELARAN MTQ

  Apa sih M2IQ? M2IQ atau Musabaqah Menulis Makalah Ilmiah Al-Qur’an merupakan salah satu cabang dalam kontestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).  M2IQ ini adalah salah satu cabang yang paling kompleks dan peminatnya tidak cukup banyak. Khususnya di daerah-daerah yang “kecil”.  Perlombaan ini sangatlah berbeda dengan cabang atau mata lomba lainnya karna waktu yang digunakan lumayan cukup lama serta tata cara mengikuti perlombaan sangatlah variatif. Perlombaan ini benar-benar menantang, selain para peserta harus menuangkan ide-idenya dalam tulisan serta mencari sebuah kalimat pendukung dari Al-Qur’an. Oh, ya. M2IQ juga biasa dikenal dengan istilah lain, yakni MMQ (Musabaqah Menulis Al-Quran), M2KQ (Musabaqah Menulis Kandungan Al-Qur`an), MKTQ (Musabaqah Karya Tulis Al-Qur`an), atau sebagaimana update terbaru disebut MKTIQ (Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur`an. Meskipun istilahnya berubah-ubah, namun pada substansi teknis perlombaannya tidak banyak mengalami perubahan....

SAJAK-SAJAK AYI YUSRIL [KAMIS PUITIS (2)]

Coelho mengajarkanku untuk tunduk dan hormat kepada hati dan jiwa, pun percaya kepada alam dan cinta. Maka, di sinilah diriku, Anindya. Mempersembahkanku untukmu, karenanya tak hentinya aku merindu. /1/  Ketika Kau Mengetuk Pintu Kata Aku sudah bilang, kau firdaus. Kau Adanu Suwarga, sementara aku adalah ahengkara yang haus. Aku adam,  kau wujud ahung tak terbendung. Maka ketika kataku kering, kau mengetuk-ngetuk dadaku dengan lentik ayunan jarimu yang hening. Kau jantung kata, aku hamba anitya; meski hancur lebur diriku kelak, kau akan tetap semarak. /2/ Cawan Seorang Asmarawan Untuk tahu sedalam apa kau menghunjam hatiku, tatap bintang itu. Jatuh ia ke mataku hingga palung kalbu. Pejamkan saja mata indahmu itu, bayangkan saja kau sedang ngopi di Mauna Kea, atau Death Valley, atau Alaska. Biar aku menyentuhmu lewat malam yang nalam, dan sungguh akan kubangun rasi puisi di langit matamu yang pejam.  Kau membaca puisiku dan selalu menerka-nerka apa maksudnya, kau tenggelam...

SAJAK-SAJAK AYI YUSRIL [KAMIS PUITIS (1)]

  /1/ Abadi Pada sebuah senja, aku menemukanmu di saku celana. Tubuhmu kusam dan tetap saja cantik, kau tersenyum dan aku mengaismu ke telapak tanganku yang tengik. Hari itu hujan sedang ramai mengetuk pintu bumi, aku hampir mati karena gejolak di bibir dan lidah yang tak kunjung henti. Dingin membawaku kepada semangkuk mie instan rasa rendang, selepas hangat itu lah malaikat maut berbisik karena tak jua disediakan rokok sebatang. Dan aku menemukanmu, kau bak pahlawan yang tak pernah kesiangan. Kau membawakan Tuhan ke pangkuan. Aku lenyap, kau zhahir dan bathin yang senyap, sementara hidup hanya milik zat yang tak butuh pengakuan.