Aku kembali jatuh pada lubang yang sama
Sepertinya semua ini cuma-cuma
Di pojok perkumpulan aku terjengkang
Ditendang kebodohan yang tak kunjung hilang
Aku dikelilingi bidak-bidak perubahan
Sementara tubuh dan jiwaku rancu tersedu-sedan
Aku selalu ingin berbeda dengan yang lainnya
Menjebol kebiasaan tanpa berkeadaban
Imbasnya keadilan Tuhan bertebaran menghantam
Mencekik, terpekik!
Hidup yang aku nikmati kerap berbuah lara
Tapi sukma yang aku semestakan tak juga jera
Meski menggigil di siang bolong
Bahkan hangus saat malam menyongsong
Aku semakin diyakinkan pahitnya kebobrokan
Untuk sebuah rasa yang esok mungkin menyenangkan
Aku pastikan, prinsip pada waktunya akan bertuah
Melenyapkan jiwa yang seharusnya memang musnah
Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan indah..