Santri NKRI
Santri, seorang manusia yang identik dengan peci dan sarungnya serta kesederhanaannya. Santri terlahir dari sebuah kesederhanaan dan kerasnya perjuangan merebut kemerdekaan. Santri dibesarkan oleh sebuah keprihatinan dan ketauladanan seorang ajengan.
Selamanya, aku adalah santri. Aku pernah mengalami diguyur saat susah bangun subuh di pesantren, aku sempat digundul karena keluar tanpa seizin pengurus pesantren hanya untuk mengikuti kajian rutinan, aku sering iring-iringan menuju aula pengajian, uang jajan menjadi hak untuk kebersamaan, tidak ada bahasa takut kehilangan.
Selamanya, aku adalah santri. Aku bangga mengakui diriku adalah seorang santri meskipun pembuktian keilmuan masih sangat jauh dari yang dibenarkan. Aku bangga karena dari pesantren aku mengerti bagaimana hidup bersama, bukan hanya sekadar bersama bahkan menjadi keluarga kedua, materi bukan lagi sebagai barang yang takut dikeluarkan, sandang kadang bergantian, pangan dilahap berebutan namun tetap runtut sauyunan, penyakit pun kadang sengaja ditularkan tetapi hanya bercandaan, hihi.
Selamanya, aku adalah santri. Santri yang memang Tuhan ciptakan untuk membangun negeri ini, karena ditangan para santri dan kyai lah dahulu Indonesia berdiri. Santri ada untuk negeri ini, untuk mengibarkan di penjuru-penjuru dunia panji NKRI. Santri ada bukan untuk menjatuhkan negeri ini, apalagi mempermalukan ibu pertiwi dengan faham-faham yang menafikan NKRI, Santri dididik dan didoktrin habis-habisan agar taat terhadap kyai, hormat pada yang mengadili, cinta terhadap bangsa Indonesia sendiri. Aku benar-benar mengatakan bahwa Indonesia memang tidaklah sempurna, tapi ia patut diperhitungkan, ia berhak diperjuangkan, dan santri adalah yang akan menjadi garda terdepan.
Hari ini adalah “Hari Santri Nasional,” harinya para santri se-NKRI, hari libur bagi santri yang setiap hari kerjaannya mengaji. Hari ini, dari santri untuk negeri.
*“Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2017. Dari Santri untuk NKRI.”*
*Ayi Yusri Ahmad Tirmidzi, Santri PP. Nurul Huda – Kuningan, Santri PP. Murottalul Quran Al-Mubarok – Kota Tasikmalaya, Santri Pondok Kebon Jambu Al-Islamy – Ciwaringin - Cirebon, Santri PP. An-Nidzhom – Kota Cirebon.*
Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan indah..