![]() |
| Pantai Pok tunggal, Jogja. |
Aku berada di tempat yang sama. Dahulu, saat kita pertama kali berjumpa, saat indah senyummu menyapa, benar-benar masih tergambar dalam jiwa. Ingatkah kamu, pohon yang dahulu besar dan rindang oleh dedaunan itu? Kini pohon ini kering kerontang, daun-daunnya pun sudah banyak berjatuhan mengerang.
Dinda, angin disini benar-benar mendamaikan, terlebih saat kita bersama duduk dan bercerita tentang indah nya dunia ini yang sepertinya telah terangkum di wajahmu. Sungguh, tak ada yang beda dari tempat ini, Dinda. Tempat ini masih beraroma, akan indah untuk kita duduki bersama.
Andai saja kamu menemaniku hari ini, pasti para burung akan berhenti berkicau, diam karena tawa kita yang membelah risau. Andai saja kau sekarang disini, pasti rerumputan akan tersenyum iri melihat kita berseri memecah bahari. Andai saja kamu dapat kembali, sampai kapan pun akan ku tanamkan diriku disini. Menunggu suaramu memanggilku syahdu.
Aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Aku merindukan ceritamu, aku merindukan suaramu, aku merindukan pelukan kasihmu.
Kamu harus tahu, Dinda. Aku sangat merindukan segalanya tentangmu.
Aku, 20 Oktober 98'.
Di tempat yang sama.
Di tempat yang sama.

Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan indah..