Langsung ke konten utama

Diantara Hening yang Bening



Diantara Hening yang Bening

Sebuah puisi kehidupan 

Diantara Hening yang Bening

 


Di warung kopi depan kampus
Semilir angin berhembus
Meski tak segar namun keringat cukup terhapus
Aku duduk bersama ketegaran dan jiwa yang selalu haus
Di hadapanku terparkir satu gelas kopi Good Day  coklat
Dan butiran es yang mengambang bergoyang menunggu saat tubuhnya wafat
Setelah mencair, mungkin tubuhnya bergulir bersama air
Tapi jiwa dan ruh kesegarannya tetap hidup diantara dahaga yang semakin getir

Setiap hari aku sempatkan menikmati kesendirian diantara jalanan yang penuh kehidupan
Memandang banyak orang yang sepertinya sedang sibuk mencari perhatian Tuhan
Ada yang sendirian berjalan atau hanya sekadar duduk menelan lamunan
Ada yang berpasangan sehingga senyum diantaranya tak tertahankan
Uh, Ada-ada saja kelakuan yang orang perankan
Karena itu lah aku memilih bersanding bersama keheningan
Ternyata jarang orang yang nyaman bersama kesepian

Aku selalu mencari hal-hal yang berbeda
Karena aku tahu hidup ini tak selalu sama
Setiap orang berhak tertawa dengan banyak cara
Meski kerap diawali dengan berbagai macam duka
Prinsip hidup tetap harus dijaga

Bersama hening, aku yakin hidup ini akan bening.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIS, TRIK, DAN TIPS M2IQ (MKTQ) PADA PERGELARAN MTQ

  Apa sih M2IQ? M2IQ atau Musabaqah Menulis Makalah Ilmiah Al-Qur’an merupakan salah satu cabang dalam kontestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).  M2IQ ini adalah salah satu cabang yang paling kompleks dan peminatnya tidak cukup banyak. Khususnya di daerah-daerah yang “kecil”.  Perlombaan ini sangatlah berbeda dengan cabang atau mata lomba lainnya karna waktu yang digunakan lumayan cukup lama serta tata cara mengikuti perlombaan sangatlah variatif. Perlombaan ini benar-benar menantang, selain para peserta harus menuangkan ide-idenya dalam tulisan serta mencari sebuah kalimat pendukung dari Al-Qur’an. Oh, ya. M2IQ juga biasa dikenal dengan istilah lain, yakni MMQ (Musabaqah Menulis Al-Quran), M2KQ (Musabaqah Menulis Kandungan Al-Qur`an), MKTQ (Musabaqah Karya Tulis Al-Qur`an), atau sebagaimana update terbaru disebut MKTIQ (Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur`an. Meskipun istilahnya berubah-ubah, namun pada substansi teknis perlombaannya tidak banyak mengalami perubahan....

Akankah?

Sebuah Puisi Kehidupan     Akankah aku selalu seperti ini? Setiapnya aku terhina, aku unjuk rasa Aku katakan pada Tuhan, “Sekejam inikah takdirMu? Sepedih inikah keadilanMu?” “O, Tuhan..” “Hendaklah kau bahagiakan hatiku. kau tumbuhkan bunga-bunga kehidupan disekitarku.. tidak seperti.ini...tidak dengan pukulan-pukulan ini.” Sampai kapan? Hingga nafas tersengal Saat ajal bukan ratapan lagi Akankah aku sadar dan bergumam, “Laa-ilaaha-illa-Allah.. Ampuni kesombonganku.. Ampuni kelancanganku seolah mengatur kuasaMu..” “Aku kembali pada perintahMu, Tuhan.. Aku pasrah, semua adalah kehendakMu.. Aku yakin, semua adalah yang terbaik.. Terima aku dalam pangkuanMu..” Akankah? Akankah? Akankah sedramatis itu.. Tuhan, tegur aku sejak sajak ini selesai kutulis.. Kumohon, jangan nanti..  

Dan Hilang..

Sebuah puisi cinta Seperti petuah orang dulu Mencintai memang tak selamanya harus memiliki Memang.. Cinta akan tetap suci meski tak dimiliki Cinta akan tetap bergulir meski air sudah berhenti mengalir Cinta pun akan tetap masyuk meski mata sudah mulai mengantuk Tetapi sesak takkan pernah terelakkan Ketika mata dipaksa menyaksikan Sosok yang dicinta syahdu dalam kebahagiaan Bersama dunianya, lalu berpelukan Mencintai dalam kegonjang-ganjingan Namun apa daya Tak banyak yang dapat dilakukan Selain menggenggam erat rasa yang sudah melahirkan kenangan Tetapi tidak untuk setiap saat dikhayalkan Biarkan ia gugur dengan sendirinya Menyelam, lalu tenggelam ditelan keremangan Dan hilang..