Keabadian
Milik Kita
Sebuah
puisi persahabatan
| Santri Pondok Pesantren MQ Al-Mubaarok |
Yang akan hancur adalah gunung
ketika meletus
Yang akan lenyap adalah pantai saat
tsunami membantai
Yang akan binasa adalah bumi
Yang akan berakhir adalah waktu
Hmm, itu sudah ketetapan
Tapi kita abadi, Kawan..
Menanam bibit demi bibit kebajikan
Nanti, buahnya nan manis akan kita petik
bersamaan
Dan peluk mesra junjungan benar-benar akan kita
rasakan
Kita abadi dalam kedamaian
Bertemu Tuhan dengan ketakwaan
Mudah-mudahan...
Saya jadi inget tulisan sohogie... dari gaya penulisan kamu
BalasHapusDuh, soe hok gie terlalu jauh, Kawan..
BalasHapussaya masih amatiran.. hihi