Langsung ke konten utama

Tentang Tawakal dan Putus Asa



Tawakal dan Putus Asa itu Beda Tipis

Kehidupan yang kita jalani memang tak selamanya mulus, terkadang membingungkan seperti kalkulus, bahkan lebih terjal lagi seringkali membuat kita murus. Ini adalah bagian dari lika-liku kehidupan, serumit apapun hidup, ia tetap harus dijalankan. Tidak ada kata berhenti sebelum semuanya benar-benar Tuhan akhiri.

            Dalam mengarungi samudera kehidupan, seseorang tidak akan lepas dari yang namanya ujian, setiap insan pasti akan bertemu dengan hal demikian, dalam keadaan suka atau duka, siap tidak siap, ujian akan menetap menghampiri setiap insan.

Semakin tinggi keimanan seseorang, maka akan semakin besar pula ujian yang kelak akan menerjang, ibarat sebuah pohon, semakin tinggi maka akan semakin kencang pula hembusan angin yang menimpanya, dalam hal ini ujian paling berat dihadapi oleh para nabi, kemudian orang-orang shalih dan seterusnya tergantung kadar keimanan seseorang.

Allah SWT akan memberikan kabar gembira bagi seseorang yang senantiasa bersabar atas segala ujian kehidupan yang menimpanya, ia akan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk dari-Nya, mendapat jaminan berupa kebaikan di dunia maupun di akhirat serta mendapat pengampunan atas dosa-dosa yang telah ia lakukan sebelumnya. 

Berbicara tentang sabar maka takkan lepas dari sifat tawakkal. Hakikat tawakal adalah apabila seorang hamba menyandarkan diri kepada Allah SWT dengan sepenuh hati dalam berbagai kemaslahatan agama dan dunianya dengan disertai melakukan sebab-sebab yang mengantarkan kepada tujuan selama cara itu diperbolehkan oleh syari’at. Dengan demikian tawakal itu meliputi keyakinan hati, penyandaran diri serta melakukan amal perbuatan.

Dewasa ini, banyak segelintir manusia yang berdalih tawakkal dengan bermalas-malasan, enggan berikhtiyar menjalani hiruk-pikuk kehidupan. Ini terjadi karena ada kesalahan persepsi yang menganggap tawakkal adalah pasrah, menjauhi keluh kesah, dan menerima dengan bijak segala ketentuan Allah alias qonaah, tapi tidak dilapisi dengan raga dan jiwa yang gagah untuk menghindari wabah, berusaha sekuat tenaga untuk mengejar apa yang ingin ia dapat. Hal ini menunjukan bahwa ada keputusasaan, tawakkal yang diartikan sebagai sebuah kemalasan.

Jerry putus asa dengan segala ketentuan yang ada


Jika mengingat tentang sifat malas, sungguh Allah tidak ridha melihat hambanya menjadi seorang pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan sampai kita menjadi manusia dengan perbuatan demikian. Sejatinya, kita harus meraih kesenangan dan kemenangan dengan bekerja dan berusaha. Karena kesenangan itu diciptakan, tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan.

Inilah yang menjadi topik pembahasan, bahwa tawakkal dan putus asa adalah dua hal yang sejenis tetapi jelas berbeda. Allah sangat mencintai hambanya yang bertawakkal, menyerahkan diri sepenuhnya kepada yang maha kekal. Tetapi Allah benar-benar membenci hambanya yang bermalas-malasan, berputus asa, dan enggan berusaha.

Sahabat pena, mudah-mudahan kita selalu dihindarkan dari sifat malas, sifat culas terhadap nikmat, sifat putus asa yang melekat. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan ketabahan bagi kita dalam mengarungi derasnya arus kehidupan.

Saya tutup dengan sebuah selogan yang tak asing di pendengaran, yang akan mengangkat derajat kita di sisi Tuhan. Yakni “Berdoa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal” atau yang biasa kita singkat dengan istilah D-U-I-T. Lebih intens lagi kita menyebutnya dengan DO IT!

You can if you think you can. Believe your self, Dude..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIS, TRIK, DAN TIPS M2IQ (MKTQ) PADA PERGELARAN MTQ

  Apa sih M2IQ? M2IQ atau Musabaqah Menulis Makalah Ilmiah Al-Qur’an merupakan salah satu cabang dalam kontestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).  M2IQ ini adalah salah satu cabang yang paling kompleks dan peminatnya tidak cukup banyak. Khususnya di daerah-daerah yang “kecil”.  Perlombaan ini sangatlah berbeda dengan cabang atau mata lomba lainnya karna waktu yang digunakan lumayan cukup lama serta tata cara mengikuti perlombaan sangatlah variatif. Perlombaan ini benar-benar menantang, selain para peserta harus menuangkan ide-idenya dalam tulisan serta mencari sebuah kalimat pendukung dari Al-Qur’an. Oh, ya. M2IQ juga biasa dikenal dengan istilah lain, yakni MMQ (Musabaqah Menulis Al-Quran), M2KQ (Musabaqah Menulis Kandungan Al-Qur`an), MKTQ (Musabaqah Karya Tulis Al-Qur`an), atau sebagaimana update terbaru disebut MKTIQ (Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur`an. Meskipun istilahnya berubah-ubah, namun pada substansi teknis perlombaannya tidak banyak mengalami perubahan....

Akankah?

Sebuah Puisi Kehidupan     Akankah aku selalu seperti ini? Setiapnya aku terhina, aku unjuk rasa Aku katakan pada Tuhan, “Sekejam inikah takdirMu? Sepedih inikah keadilanMu?” “O, Tuhan..” “Hendaklah kau bahagiakan hatiku. kau tumbuhkan bunga-bunga kehidupan disekitarku.. tidak seperti.ini...tidak dengan pukulan-pukulan ini.” Sampai kapan? Hingga nafas tersengal Saat ajal bukan ratapan lagi Akankah aku sadar dan bergumam, “Laa-ilaaha-illa-Allah.. Ampuni kesombonganku.. Ampuni kelancanganku seolah mengatur kuasaMu..” “Aku kembali pada perintahMu, Tuhan.. Aku pasrah, semua adalah kehendakMu.. Aku yakin, semua adalah yang terbaik.. Terima aku dalam pangkuanMu..” Akankah? Akankah? Akankah sedramatis itu.. Tuhan, tegur aku sejak sajak ini selesai kutulis.. Kumohon, jangan nanti..  

Dan Hilang..

Sebuah puisi cinta Seperti petuah orang dulu Mencintai memang tak selamanya harus memiliki Memang.. Cinta akan tetap suci meski tak dimiliki Cinta akan tetap bergulir meski air sudah berhenti mengalir Cinta pun akan tetap masyuk meski mata sudah mulai mengantuk Tetapi sesak takkan pernah terelakkan Ketika mata dipaksa menyaksikan Sosok yang dicinta syahdu dalam kebahagiaan Bersama dunianya, lalu berpelukan Mencintai dalam kegonjang-ganjingan Namun apa daya Tak banyak yang dapat dilakukan Selain menggenggam erat rasa yang sudah melahirkan kenangan Tetapi tidak untuk setiap saat dikhayalkan Biarkan ia gugur dengan sendirinya Menyelam, lalu tenggelam ditelan keremangan Dan hilang..